Skip to main content

Nirbita Art and Culture Wayang Indonesia

Prabu Dike di Manikmataka merasa sudah lanjut usia dan akan menyerahkan pemerintahan kepada cucunya yakni Nirbita. Namun sebelum ia dikukuhkan sebagai raja terlebih dahulu harus minta restu kepada ayahnya Kandihawa di Amarta. Maka Nirbita segera pergi ke Amarta, dan diperjalanan ditemui Narada yang menerangkan bahwa ia diperkenankan sebagai raja di Sabrang, selanjutnya ia meneruskan perjalanannya.

Setibanya di Amarta ia bertemu para Pandawa bersama para putranya yang sedang mempersiapkan perkawinan putri Arjuna denga putra mahkota, Samba dari Dwarawati. Nirbita ternyata bukan tamu yang diterima dengan baik, ia baru saja datang, diusir oleh Abimanyu, Gatotkaca serta Sumitra. Namun putra Pandawa sia-sia tidak berhasil karena Nirbita musuh yang terlalu kuat dan tangguh, demikian juga Bima tidak dapat mengusirnya. Arjuna keluar untuk menghadapi dan atas nasehat Kresna, agar supaya Nirbita dipanah salah satu matanya.

Arjuna mengindahkan nasehat itu dan segera memanah mata musuhnya. Dengan menggeram Nirbita terluka serta berseru kepada Arjuna bahwa kelak akan membalas dendam lewat perantaraan putranya yakni Niwakatawaca. Selanjutnya Nirbita kembali ke Kerajaan Manimantaka dan memutuskan bertapa untuk menebus dosanya agar mendapatkan kesaktian yang cukup untuk berperang mendatang.

Artikel

Pandawa Mangkat Art and Culture Indonesia

Bharata Narada Art and Culture Wayang Indonesia

Ken Sagopi / Sagupi Art and Culture Wayang Indonesia

Dewi Sritanjung Art and Culture Wayang Indonesia

Patih Pragota Art and Culture Wayang Indonesia

Wil Kampana Art and Culture Wayang Indonesia

Support : Copyright © 2019. Carito - Wayang Kulit - All Rights Reserved